4 Kiat Praktikal untuk Seorang Arsitek Dalam Menghadapi Era “Normal Baru”

Selama pandemi covid-19, semua sektor ekonomi ikut terpengaruh. Bahkan dunia desain dan arsitektur pun tidak luput dari efek korona. Setelah melakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) untuk mengatasi pandemi, pemerintah menggemakan wacana normal baru atau new normal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan pernyataan bahwa rakyat Indonesia harus hidup dan berdamai dengan virus korona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19.

Dalam hal ini, arsitek dan Editor di Kepala Arsitag Evan Kriswandi berbagi kiat atau tips yang dapat diterapkan oleh arsitek, desainer, dan praktisi desain dalam menghadapi era  normal baru.

Apa saja tipsnya, inilah penjelasan selengkapnya seperti dikutip dalam laman kompas.com berikut ini.

Tingkatkan profil digital

Kondisi normal baru mempercepat digitalisasi dalam segala hal, termasuk dunia arsitektur dan desain. Evan menyarankan, arsitek dan desainer harus lebih hadir secara digital.

Caranya adalah memiliki profil digital untuk menampilkan portofolio dan profil. Fase normal baru menuntut perubahan ini.

Evan menambahkan, dunia digital akan menjadi tempat utama bagi calon klien untuk mencari atau berkenalan dengan arsitek atau desainer pilihan mereka.

Baca: Cara Menggunakan Palet Warna Pink dan Hijau di Rumah Anda.

Selalu Belajar

Evan mengatakan, arsitektur dan desain adalah keterampilan yang tidak pernah berhenti berkembang. Karena itu, arsitek dan desainer dituntut untuk selalu belajar.

“Masalahnya, profesi ini sudah dikenal banyak menuntut waktu sehingga tidak ada waktu lagi untuk belajar lagi,” kata Evan dalam menanggapi Kompas.com, Senin (6/8/2020).

Untuk alasan ini, ia menyarankan, jika pandemi membuat proyek terhambat dan mulai memiliki waktu luang, arsitek dan desainer dapat menggunakannya untuk memperkaya pengetahuan.

Dia mengatakan, saat ini ada banyak sumber dari universitas terkemuka di dunia yang menawarkan biaya kuliah online gratis. Seperti Universitas Sydney, Sekolah Pascasarjana Desain Harvard, Institut Teknologi Massachusetts (MIT), hingga Universitas Princeton.

Saluran Netflix juga menyediakan desain siaran pendidikan khusus yang disebut Abstract The Art f Design.

Kegiatan Berorganisasi

Evan menyarankan agar arsitek dan desainer meluangkan waktu untuk berorganisasi. Untuk profesi arsitek, organisasi memiliki peran besar dalam kesuksesan jangka panjang.

Selain itu, pengorganisasian juga dapat memperkaya pengetahuan, meningkatkan dukungan moral, dan memperluas persahabatan. Dengan berorganisasi, arsitek dan desainer dapat berkolaborasi dengan kolega dan bahkan menciptakan peluang baru.

Untuk arsitek, mereka dapat bergabung dengan Asosiasi Arsitek Indonesia dan Asosiasi Desainer Interior untuk para desainer.

“Arsitek dan desainer dapat saling berbagi acara online, mengikuti perkembangan desain terbaru, bersaing dalam kompetisi, saling mendukung, dan tentu saja tidak menutup peluang untuk berkolaborasi,” katanya.

Jangan Malu menjangkau Bisnis di Sektor Lain

Arsitektur dan desain adalah teknik pemecahan masalah atau pemecahan masalah. Karena itu, jika bisnis jika bisnis arsitektur dan desain tersendat, tidak ada salahnya arsitek dan desainer juga menjajaki bisnis lain untuk mendukung kondisi keuangannya.

“Temukan masalah yang ada di kondisi saat ini dan solusi desain yang bisa dijual online,” kata Evan.

Jadi, alih-alih menunggu proyek datang, arsitek dan desainer dapat membuat proyek atau bisnis mereka sendiri. Bisnis ini dapat dimulai dalam skala kecil sambil memperhatikan perkembangannya.

Evan berpesan, arsitek dan desainer tidak perlu gengsi untuk merambah ke bisnis lain. “Ada banyak kisah pebisnis yang sukses karena arsitektur dan desain latar belakang ilmiah mereka yang membekali mereka dengan pemecahan masalah pola pikir, pemikiran tingkat tinggi, dan perhatian terhadap detail,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tips Praktis bagi Arsitek Hadapi Era “New Normal””, https://properti.kompas.com/read/2020/06/09/070000221/tips-praktis-bagi-arsitek-hadapi-era-new-normal-?page=all#page2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.