11 Poin Penting pada Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah yang Dilakukan Di Bawah Tangan

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah
Melakukan jual beli rumah
serta properti lainnya sejatinya perlu langkah hukum secara jelas dan tertulis.
Karena tindakan ini meliputi dua hal utama yaitu sejumlah uang dan pergantian kepemilikan
aset. Untuk itu perlu kita perlu dibuat surat perjanjian jual beli rumah.
Hal ini tentu saja untuk
memuluskan tindakan ataupun klaim hak milik atas sebuah properti. Untuk maksud
dan tujuan diatas, saya akan mencoba memberikan contoh surat perjanjian jual beli
rumah
yang di lakukan dibawah tangan.
Nah, sebelum kita mengulas
lebih lanjut tentang surat tersebut mari kita ulas aspek hukum dan poin apa
saja yang wajib tertuang dalam surat tersebut. Pada akhir sesi ini Anda pun
bisa mendownload contoh surat perjanjian jual beli rumah, simak selengkapnya.

Poin #1. Nama dan Identitas Kedua Pihak yang Melakukan Perjanjian

Mencantumkan nama lengkap
serta identitas dan pemberian label yaitu Pihak Pertama dan Pihak Kedua, mengidikasikan
adanya satu transaksi jual beli. Selanjutnya, pihak pertama disebut sebagai penjual
(pemilik rumah) dan pihak kedua adalah pembeli.

Poin #2. Identitas Rumah

Identitas ini meliputi alamat
lengkap, nomor sertifikat, gambar rumah, denah rumah, luas tanah dan luas
bangunan. Identitas ini kemudian menjelaskan perihal yang ditujukan untuk
properti yang akan diperjualbelikan.

Point #3. Mencantumkan Harga

Biasanya harga ini dibagi
kedalam 3 bagian yaitu harga tanah, harga bangunan dan jumlah harga keseluruhan.
Biasanya penetapan harga sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Poin #4. Cara Pembayaran

Hal penting dari poin ini
adalah tentang penentuan cara bayar baik secara tunai, kredir (KPR) atau cash
tempo. Biasanya memuat tanggal pembayaran untuk pelunasan pembelian. Simak juga:
Tips
Cerdas Membeli Rumah dengan KPR
.

Point #5. Pembayaran Tanda Jadi

Bagian ini biasanya untuk
memperjelas dan mengesahkan status kedua belah pihak telah sepakat melakukan
transaksi jual beli. Uang tanda jadi ini juga mengikat kedua pihak dengan
sebuah perjanjian bahwa penyerahan oleh penjual dan pelunasan pembayaran oleh
pembeli.

Point #6. Jaminan dan Saksi

Untuk mengukuhkan serta
menjamin kejelasan, biasanya disertakan jaminan yang diberikan oleh pihak
pertama. Untuk menguatkan, maka ditunjuk sekurang-kurangnya dua orang saksi yang
bisa membenarkan status perjanjian.

Poin #7. Status Kepemilikan dan Penyerahan

Biasanya memuat kapan waktu
penyerahan sertifikat rumah berikut kunci rumah sebagai simbol bahwa kedua
belah pihak telah sepakat melakukan pemindahan status hak milik rumah.

Poin #8. Proses Balik Nama

Poin ini akan mengatur tata
cara pembaliknamaan sertifikat yang mengikat kedua belah pihak. Dicantumkan pula
kewajiban pembayaran biaya balik nama yang sepenuhnya menjadi tanggunan pihak
kedua (pembeli).

Poin #9. Perihal Iuran, Pajak dan Pungutan Lainnya

Sebelum melakukan tanda tangan
perjanjian, semua pungutan dan iuran beserta pajak yang berlaku pada rumah
tersebut merupakan tanggunan pihak pertama. Selanjutnya setelah ditandatangi
perjanjian, maka semuanya menjadi tanggunan pihak kedua.

Poin #10. Masa Berlaku Perjanjian

Sebuah surat perjanjian jual beli rumah
tentu memiliki batas waktu, nah hal ini mengatur perihal berakhirnya perjanjian
jika pihak pertama meninggal kemudian dilanjutkan oleh para ahli waris yang sah
menurut hukum. Sertakan pula hal hal lain yang mungkin belum tercantum dalam
perjanjian tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Poin #11. Tanda Tangan Diatas Materai

Surat perjanjian jual beli
rumah ini kemudian diakhiri dengan penandatanganan oleh kedua belah pihak (pihak
penjual dan pihak pembeli) yang dibubuhkan diatas materai. Tidak Cuma kedua
pihak yang tanda tangan, saksi juga ikut melakukan tanda tangan dibawah tanda
tangan pihak pertama dan pihak kedua.
Masing masing pihak kemudian
akan memegang surat perjanjian jual beli rumah ini, selanjutnya kedua belah
pihak sepakat untuk mematuhi isi dalam perjanjian tersebut.
Itulah 11 poin penting dari contoh surat perjanjian jual beli
rumah
yang dilakukan dibawah tangan. Mudah-mudahan ulasan singkat ini
memberi pemahaman yang berarti bila Anda melakukan perjanjian jual beli. 
Nah, jika Anda memiliki contoh surat berbeda dengan ini silahkan tambahkan pada kolom komentar. Silahkan download contoh SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH DISINI, gratis!! (No Spam).

Sumber Referensi: 
1. Website Properti Terkemuka, lamudi.co.id
2. Wikipedia bahasa Indonesia,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *