6 Langkah Mudah Meredam Suara Berisik Dari Dalam Rumah

Pada saat membangun dan merancang rumah, suara bising mungkin menjadi hal terakhir yang diinginkan dalam pikiran Anda.

Kebanyakan, suara bising berasal dari sebuah masalah atau malah sebaliknya menimbulkan masalah.

Bisa jadi suara musik dari kamar tidur remaja atau suara kendaraan yang lewat membuat
Anda tidak bisa tidur.

Bisa jadi juga tetangga di apartemen sebelah mengeluhkan suara tv anda terdengar dari dinding rumah Anda.

Munculnya suara membuat kebanyakan orang bingung. Apalagi bila kontraktor dan pengembang kurang memprioritaskan untuk berkonsultasi untuk memastikan rumah dan apartemen terdengar menyenangkan.

Beruntung, bagi sebagian orang sehari-hari, pemahaman sederhana tentang masalah suara bisa diatasi dengan mudah. Berikut sejumlah langkah yang bisa Anda tempuh:

1.Memahami suara bising di rumah

Suara bising dalam sebuah ruangan mempunyai 4 hubungan utama dengan permukaan ruangan itu sendiri.

Suara bisa diredam, ditransmisikan, dipantulkan, atau disebarkan. Material peredam meliputi tirai tebal atau karpet.

Sementara transmisi suara berarti bahwa suara memasuki ruang lain dengan melewati permukaan.

Ruangan yang menimbulkan suara perlu menyeimbangkan antara peredaman, refleksi, dan diusir.

Tujuannya untuk membuat kamar yang menyenangkan dan mengurangi transmisi ke kamar lain.

Terlalu banyak peredaman bisa membuat ruangan terdengar kusam dan tak bernyawa. Terlalu banyak refleksi bisa membuat kamar kecil terasa berisik dan tidak menyenangkan.

Terlalu banyak difusi bisa membuat Anda sulit untuk melokalisasi dari mana suara berasal.

Sebuah rumah yang terdengar baik tidak sama seperti ruang konser yang terdengar baik. Rumah yang terdengar baik merupakan sebuah rumah dengan profil sonic memenuhi kebutuhan penghuninya.

Dalam meminimalisasi suara bising, ada perencanaan tertentu yang perlu diingat ketika memilih atau renovasi rumah Anda.

2.Pengaruh Lokasi dan konstruksi bangunan

Meskipun rumah terletak di tepi jalan yang berisik atau bahkan di samping jalan raya, Anda masih bisa menemukan kesunyianan di dalamnya.

Cara pertama, yaitu mengurangi jumlah jendela. Meski sudah ditutup, jendela bisa menghantarkan suara dari luar.

Ruang besar dengan jendela dua lantai mungkin bukan ide yang baik jika lingkungan sekitar rumah Anda berisik.

Akan tetapi tirai tebal bisa membantu menjaga suara keluar.

Material eksternal juga memainkan peran besar dalam mitigasi kebisingan, misalnya bata atau batu, bahkan veneer.

Selain itu, Anda bisa membentuk lanskap untuk membantu menahan suara.

Sederet pepohonan dengan dedaunan yang tebal menjadi penghalang suara yang efektif.

3.Material interior yang digunakan

Beberapa masalah bising di rumah bisa dengan mudah diatasi dengan mempertimbangkan berbagai jenis material, seperti pintu, jendela, dan lantai.

Kaca atau pintu bergaya Perancis mungkin bisa membiarkan banyak cahaya masuk, tetapi mereka kurang bisa menjaga suara keluar.

Pintu geser kayu bahkan lebih buruk karena mereka tidak menempel dengan ketat pada dinding sekitarnya.

Sedangkan untuk lantai, kayu dan ubin lantai mungkin mewah, tetapi bisa menghantarkan suara lebih baik dan membuat kamar kecil lebih bising dengan adanya pantulan suara yang kuat.

Lantai kayu bisa menciptakan suara berderit ketika usianya sudah panjang. Pertimbangkan untuk menggunakan karpet pada lantai kayu.

4.Perbaiki Tata ruang Dalam Rumah

Kebutuhan peredaman suara pasangan muda jauh berbeda dari keluarga dengan empat anggota dan anak kecil.

Setiap orang tua tahu betapa pentingnya melacak suara bising untuk melindungi anak-anak.

Dengan demikian, memiliki kamar tidur utama di lantai terpisah dari kamar tidur lainnya bisa membuat pemantuan terhadap anak-anak sulit.

Perlu diingat, bayi dan anak kecil bisa terbangun karena kebisingan di jalanan atau derasnya air di kamar mandi.

Akan tetapi, hal ini bisa dengan mudah dihindari dengan memindahkan mereka ke kamar lebih jauh dari sumber kebisingan.

Misalnya, lebih dekat ke halaman belakang atau jauh dari kamar mandi.

Pastikan sistem suara di kamar remaja tidak bertentangan dengan dinding yang bersebelahan dengan kamar anak yang lebih muda.

Di luar anak-anak, pertimbangkan ruangan seperti rumah kantor. Sebuah rumah kantor yang menghadap ke jalan atau terletak di sebelah ruang televisi bisa membuat pekerjaan sulit selesai.

Pertimbangkan untuk mengalihkan kantor yang berisik ke kamar tidur tamu yang lebih tenang akan tetapi jarang digunakan.

5.Instalasi Alat hiburan

Sarana hiburan seperti Televisi dan stereo kerapkali menjadi sumber kebisingan yang paling tidak mengenakan.

Sebuah TV yang dipasang pada dinding antara dua kamar tidur jauh lebih terdengar di ruangan lain daripada jika pintu itu bebas berdiri sendiri.

Televisi yang dipasang di dinding mungkin terlihat bagus dan menghemat ruang, akan tetapi  sumber suara di dinding memungkinkan suara ditransmisikan dan diperkuat lewat dinding tersebut.

6.Memiliki Konsep Rumah Terbuka

Salah satu situasi yang sangat sulit saat ini adalah konsep terbuka. Konsep terbuka memang nyaman untuk bergerak cepat di antara kamar, tapi bisa menjadi mimpi buruk bagi orang yang sensitif terhadap suara.

Konsep terbuka yang umum melibatkan satu ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang saling berhubungan.

Jika ruang makan dan ruang tamu hanya digunakan untuk hiburan, ini bisa meredam suara untuk rumah lainnya.

Akan tetapi, jika televisi berada di ruang tamu, suaranya bisa tumpang-tindih saat kegiatan masak-memasak di dapur tengah berlangsung.

Meski demikian, ini tidak berarti bahwa denah terbuka adalah jalan buntu untuk menciptakan ruang yang tidak bising.

Menambahkan karpet lebar pada lantai kayu keras bisa mengurangi jumlah suara di ruangan karena pantesan lebih sedikit terjadi.

Gorden tebal akan menyerap suara dari luar maupun di dalam. Jika kebisingan terlalu banyak, pertimbangkan untuk menambahkan partisi atau memasang pintu di antara spasi yang sebelumnya dibiarkan terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.